Saturday, March 14, 2009

Sop Kaki Kambing

Ini yang membuat akuwh bahagia, karena disangka banget aku beli diluar untuk menu weekend.... wuiiiih, cukup bangga juga rasanya dah mantep menurut para juri incip incip keluarga kecilku....... heheheheh. Sekarang mau bagi bagi resep achhhhh

Bahan:
1 kg paha kambing
air 2 lt
400 ml susu segar full cream
1 sdm/ sesuai selera minyak samin/Ghee
2 sdt Kayu manis bubuk
2 sdt pala bubuk
5 butir cengkeh
1 sdt merica
Garam
gula

Bumbu halus:
bawang merah 3 siung
bawang putih 1 siung

Pelengkap:

Daun pre/ daun bawang potong halus
tomat potong
emping goreng
sambal cabe

Cara memasak:
Potong-potong & rebus kambing dengan api kecil sampai empuk benar
Masukkan bumbu halus, pala, cengkeh, kayu manis, & merica
Masukkan susu, aduk sampe hampir mendidih masukkan Ghee
Siap disajikan dengan bumbu pelengkap


Alhamdullilah resep ini membantu akuwh untuk obatin kangen masakan kuliner....... Silahkan coba......

Friday, March 13, 2009

Latah menular diusia lajang, makin tua susah sembuh


Waspadalah dengan latah? Mengeluarkan suatu kata secara spontan dan berulang pada saat ia terkejut. Bagi yang tidak terbiasa, tentu akan geli. Namun bagi sebagian kalangan, kebiasaan yang banyak menyerang kaum wanita ini justru dijadikan hiburan ringan.
Psikiater dr Didi Aryono Budiyono SpKJ Dosen Unair mengatakan, latah tergolong penyakit kejiwaan yang dipengaruhi budaya. Singkatnya, latah merupakan gangguan culture bond atau terikat dengan sistem budaya tertentu. Yakni semacam gangguan fungsi pusat saraf, psikologis dan sosial. Kondisi ini bersifat hipersensitif terhadap kejutan mendadak yang diikuti ucapan kata secara otomatis dan spontan.
Ada empat macam latah yang bisa dilihat berdasarkan gejalanya. Ekolalia, yakni mengulangi perkataan orang lain, ekopraksia meniru gerakan orang lain, koprolalia yakni mengucapkan kata-kata yang dianggap tabu atau kotor, dan automatic obedience yakni melaksanakan perintah secara spontan saat terkejut. Misalnya, ketika penderita dikejutkan dengan perintah 'sujud' atau 'peluk', maka ia segera melakukan perintah itu.
Entah kenapa, banyak penelitian menyebutkan gangguan latah banyak dialami kaum wanita usia lanjut yang masih melajang. Meski demikian, terjadi pergeseran latah juga dijumpai di kalangan muda yang masih melajang.
Kata yang sering 'dikeluarkan' umumnya (maaf) kata jorok terkait perilaku seksual. Menurut Didi, penyebab latah dari golongan semacam ini tak lepas dari pemaknaan simbol-simbol seks. Simbol-simbol yang dipilih umumnya simbol dambaan yang akhirnya tanpa sadar meresap ke alam bawah sadar dan dibentuk kultur ringan tangan atau mudah menolong (helper).
Beberapa penelitian menyebutkan, gangguan latah lazim tumbuh dalam masyarakat terbelakang yang menerapkan budaya otoriter. Teori kuno, penderita latah biasanya orang tua, perempuan, berpendidikan rendah, dan berasal kelas ekonomi bawah. Namun, teori itu tak sepenuhnya tepat mengingat kini banyak remaja mengidap latah. Penderita latah pria pun ada meski jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan perempuan. Ada tiga penyebab latah. Sbb:
- Pertama, faktor pemberontakan. Dalam kondisi latah, seseorang bisa mengucapkan hal-hal yang dilarang, tanpa merasa salah. Gejala ini semacam gangguan tingkah laku. Lebih ke arah obsesif karena ada dorongan tidak terkendali untuk mengatakan atau melakukan sesuatu.
- Kedua, faktor kecemasan. Gejala latah muncul karena yang bersangkutan memiliki kecemasan terhadap sesuatu tanpa ia sadari. Rata-rata, dalam kehidupan pengidap latah, selalu terdapat tokoh otoriter, bisa ayah atau ibu atau di luar lingkungan keluarga. Latah dianggap jalan pemberontakannya terhadap dominan orangtua yang sangat menekan.
- Ketiga, faktor pengondisian. Inilah yang sering disebut latah gara-gara ketularan. Seseorang mengidap latah karena dikondisikan lingkungan, misalnya gara-gara latah, seseorang merasa diperhatikan lingkungannya. Dengan begitu, latah juga merupakan upaya mencari perhatian. Latah semacam ini disebut latah gaul.
"Latah bisa disembuhkan jika penderita latah itu masih remaja. Kalau sudah mengakar bertahun-tahun dan ia sudah lanjut usia, maka latah cenderung sulit disembuhkan," ungkap dr Didi Aryono Budiyono SpKJ. Terapi obat dan terapi perilaku (kognitif) adalah cara yang lazim dipakai mengatasi latah. Yakni dengan diberikan stimulasi mengejutkan namun dibekali pengendalian respons terhadap stimulan tersebut. Penderita latah dilatih untuk tidak segera merespons dan diberikan waktu untuk berpikir setelah stimulasi kejutan itu.
Latah hanya bisa sembuh jika ada dukungan dari keluarga dan lingkungan. Meski menjalani terapi berkali-kali, jika tidak didukung lingkungan dekatnya akan sia-sia. Penderita juga harus punya kemauan keras untuk sembuh. Latihan relaksasi, meditasi, konsentrasi secara rutin, serta menjauhkan diri dari penyebab stres juga disarankan untuk penderita ini. Sementara untuk terapi obat biasanya diberikan obat menghambat stimulus. Berupa gabungan zat antidepresan dan penenang.
Bagi temen temen yang lingkungannya terdapat orang yang menderita ini mohon memberikan penjelasan tentang artikel ini....
thx infonya perempuan

Thursday, March 12, 2009

Uniknya simpul SCARF........

Barangkali selama ini hanya mengenal cara mengikat scarf dari foto-foto selebriti Hollywood. Gaya tersebut biasa diterapkan saat musim dingin, karena memang membuat leher menjadi hangat. Gaya lainnya adalah gaya Keffiyeh, yang terlihat banyak dipakai oleh anak-anak muda, baik lelaki maupun perempuan. Seperti posting yang terdahulu.
Di luar gaya tersebut, sebenarnya masih ada beragam variasi gaya scarf. Pasti gak nyangka bahwa berbagai gaya tersebut memiliki nama. Jika tergolong penggemar scarf, coba tiru gaya mengikat scarf di bawah ini agar penampilan menjadi "beda".
Ascot Knot.
Cara mengikat paling sederhana, dimana hanya mengalungkan scarf dari belakang leher ke depan, lalu menyimpul salah satu ujungnya dari belakang ke depan (foto 1).
Twice-Around Ascot.

Cara ini hampir sama dengan Ascot Knot, namun harus melingkarkan dulu ujung scarf yang satu ke belakang leher sekali lagi, lalu membuat simpul di depan (foto 2 dan 12).
Quick Toss.

Cara ini sangat mudah, tinggal mengalungkan scarf dari belakang leher, lalu sampirkan salah satu ujung ke belakang. Ikatan ini cocok untuk gaya kasual (foto 3).
European Loop,

adalah cara mengikat scarf yang paling sering kita jumpai sekarang. Caranya, lipat scarf menjadi dua bagian. Kalungkan dari belakang leher ke depan, lalu masukkan ujung scarf yang terbuka ke dalam lipatan ujung satunya. Eratkan simpul sesuai selera (foto 4).
Shoulder Wrap.

Ikatan ini dapat dilakukan jika scarf berbentuk bujur sangkar. Lipat ujung kanan atas ke sudut kiri bawah sehingga membentuk segitiga. Pasang di bahu belakang dengan mengarahkan kedua ujungnya ke depan. Buat simpul sederhana (foto 5).
Neck Wrap.
Cara ini juga cukup sederhana. Kalungkan scarf dari belakang leher ke depan, lalu buat ikatan seperti pita (foto 6).
Butterfly Wrap.
Mirip dengan Neck Wrap, namun hanya membuat bentuk pita setengah (foto 8).
Casual.

Caranya hampir sama dengan European Loop, namun hanya memasukkan satu ujung scarf ke dalam lipatan (dari dalam keluar). Sedangkan ujung satunya dimasukkan ke dalam lipatan dengan arah sebaliknya, dari luar ke dalam (foto 9).
Keffiyeh Neck Wrap.
Gaya ini populer dikenakan anak muda. Namun meskipun namanya Keffiyeh, kita bebas memilih motif scarf-nya (tidak harus kotak-kotak). Cara memakainya, buat lipatan segitiga dari scarf berbentuk segiempat. Pasangkan segitiga tersebut di dada dan leher, lalu silangkan kedua ujungnya ke kiri dan kanan leher tanpa membuat simpul (11).
Nachhhhh coba perhatikan foto foto yang ada.... bisa diutak atik ampek kusut tuh scarfnya..... hihihihihi met belajar.........

Wednesday, March 11, 2009

Kerokan.........

Kerokan.... wuiiiih banyak banget disukain orang. Palagi buat orang Indonesia, dipelosok kampung, desa, kota dan buat masyarakat yang pemikiran kuno maupun yang menyebut dirinya modern....Tentu tidak asing lagi kan dengan "KEROKAN". Warna merah pertanda pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukaan kulit pecah sehingga terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Badan orang sehat pun akan memerah jika dikerok. Karena itu, banyak kalangan tak meyakini kemujaraban pengobatan kerok. "Di negaranegara barat, kerokan sama sekali tak dikenal," ajar Saptawati Bardosono, dokter dari Fakultas Kedokteran, UI. Namun, secara medis, kerokan adalah salah satu metode memperlebar pembuluh darah tepi yang menutup (vasokontiksi) menjadi menjadi semakin melebar (vasaditilasi). "Ini tak berbahaya asal tak jadi kebutuhan primer," ujar Mulyadi, dokter dari Klinik Medizone. Jika terus-terusan kerokan, akibatnya banyak pembuluh darah kecil dan halus yang akan pecah. Namun, dalam taraf normal, kerokan akan membuat penderita masuk angin merasa nyaman karena telah melepas hormon beta endofin. Secara ilmiah, praktek sederhana ini terbukti mampu mengobati gejala masuk angin atau sindroma dingin yang memiliki gejala nyeri otot (mialga). Bukan hanya itu, prinsip kerokan tak beda jauh dengan akupuntur yang menancapkan jarum dalam tubuh. Maksudnya, prinsip kerokan adalah meningkatkan temperatur dan energi pada tubuh yang dikerok. Peningkatan energi ini dilakukan melalui perangsang kulit tubuh bagian luar. Dengan cara ini, saraf penerima rangsang di otak akan menyampaikan rangsangan yang menimbulkan efek memperbaiki organ pada titik-titik meridian tubuh. Nah, pada gilirannya, arus darah di tubuh yang lancar akan menyebabkan pertahanan tubuh juga meningkat. Di Kerok .....di Kerok......... ayooooo siapa mau di Kerok........
thx infonya Epung Saepudin

Tuesday, March 10, 2009

Seputar Mewarna Rambut.......

Bagi rambut yang diwarna......ini dia.......
1. Rambut kering atau rusak.
Memang benar, akan tetapi produk-produk masa kini banyak yang telah mengalami kemajuan teknologi sehingga aman bagi kesehatan rambut. Asal sering dirawat dan diberikan conditioner serta vitamin, kesehatan rambut akan tetap terjaga.
2. Sekali diwarnai, rambut harus terus diwarnai.Untuk menjaga agar rambut tetap cantik dan tidak belang (bagian atas tumbuh anak rambut dengan warna asli, bagian bawah warna cat) memang disarankan untuk melakukan pewarnaan ulang. Akan tetapi hal ini dapat diakali dengan cara melakukan pengecatan ulang dengan warna yang hampir menyerupai warna asli rambut. Supaya sewaktu rambut baru tumbuh, perbedaan warna rambutnya tidak terlalu terlihat.
3. Rambut diwarnai sebaiknya sering dikeramas untuk mengurangi kekeringan.
Rambut diwarnai tidak harus sering dikeramas. Keramas bukan merupakan solusi untuk mencegah kekeringan pada rambut. Banyak orang yang rambutnya tidak diwarnai namun sering dikeramas, dan tetap mengalami kekeringan pada rambut. Sebenarnya rambut yang diwarnai harus dirawat dengan berbagai perawatan, seperti creambath dengan masker rambut, conditioner, dan vitamin rambut.
4. Sebaiknya keramas sebelum mewarnai rambut.
Betul, sebelum mewarnai, cuci dan bersihkan dulu rambut supaya kotoran yang menempel ikut terbuang dengan bilasan air. Rambut yang bersih akan membuat hasil pengecatan rambut lebih sempurna.
5. Jangan langsung keramas setelah mewarnai rambut.
Tentunya setelah rambut diwarnai harus dibersihkan dan dikeramas. Akan tetapi untuk memantapkan warna cat pada rambut, disarankan untuk menunda keramas berikutnya 2-3 hari setelah pewarnaan rambut.
6. Rambut pendek tidak boleh diwarnai karena obatnya bisa langsung mengenai kulit kepala. Sebenarnya rambut model apa saja boleh diwarnai, tergantung teknik dan produk pewarnaan itu sendiri. Rambut panjang pun bila diwarnai dengan teknik yang salah, hasilnya juga tidak maksimal. Yang paling penting adalah tidak mengaplikasikan produk pewarna rambut terlalu lama pada pangkal rambut karena akan mengakibatkan warnanya terlalu terang.
7. Sekali diwarnai, kita akan stuck dalam penampilan tersebut hingga pewarnaannya hilang.
Sebenarnya banyak yang dapat dilakukan untuk rambut gaya, dan tidak terpaku pada warna cat yang belum juga memudar. Lakukan pemotongan rambut pada bagian yang berwarna dan sudah tidak disukai. Teknik pemotongan rambut sekarang sudah sangat canggih, model rambut pun sudah berkembang. Banyak wanita yang datang ke salon utuk melakukan pemotongan bagian rambut dengan warna lama yang sudah tidak diinginkan tetapi rambut tetap terlihat panjang. Atau buat guntingan bob concave yang sekarang masih ngetren.
8. Rambut diwarnai tidak boleh menjalani treatment yang lain. Sebenarnya tidak ada larangan untuk melakukan treatment lain seperti rebonding, perming, atau treatment lainnya. Namun lakukan jeda waktu, misalnya seminggu. Berikan waktu bagi rambut untuk mengkonsumsi vitamin dan berbagai perawatan untuk kesehatan rambut setelah diwarnai. Setelah itu barulah melakukan treatment lain.
9. Rambut "virgin" (belum pernah menjalani treatment apa pun) lebih mudah diwarnai ketimbang yang sudah pernah diwarnai.
Rambut virgin justru lebih sulit menyerap zat warna pada produk pewarnaan, karena kutikula dan pigmen rambut masih sangat kuat. Justru rambut yang telah diwarnai lebih mudah menyerap zat warna karena telah mengalami proses perubahan pigmen rambut. Meskipun begitu, hasilnya tergantung dari pigmen asli rambut masing-masing. Rambut yang warna aslinya tidak terlalu hitam akan lebih mudah menyerap zat warna, tetapi rambut dengan warna asli hitam pekat alami akan lebih sulit menyerapnya.
10. Rambut hitam dan kulit sawo matang sebaiknya menghindari warna-warna terang. Tergantung selera. Tetapi yang penting warna rambut disesuaikan dengan warna kulit. Pemilik kulit sawo matang memang lebih baik menggunakan warna rambut seperti coklat gelap, merah keunguan, atau warna coklat dengan pantulan kemerahan. Warna-warna ini akan membuat kulit sawo terihat lebih cerah.
11. Rambut diwarnai lebih sulit dirawat ketimbang yang tidak diwarnai.Memang perawatan rambut yang diwarnai lebih detail dan intensif. Namun sekarang banyak produk yang dapat menunjang perawatan untuk rambut yang diwarnai dengan kandungan bahan alami, dan membuat waktu perawatan lebih efisien. Misalnya saja sekarang banyak dijual shampo dan conditioner untuk rambut yang diwarnai, serum serta vitamin untuk rambut yang diwarnai, dan berbagai treatment yang memudahkan bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan rambut yang diwarnai.
12. Untuk mengurangi warna yang terlalu terang setelah pewarnaan, perlu sering-sering keramas. Sebenarnya semakin sering keramas, warna cat rambut justru semakin terang dengan cepat. Lebih baik mencuci rambut dua hari sekali.
13. Beda pewarnaan semi dan permanen.
Semi Permanen: Pewarnaan yang bersifat sementara, bertahan lama hingga 4-6 minggu saja. Biasanya produk pewarnaan ini mengandung amonia dan peroxide, tetapi kadarnya hanya sedikit. Zat pewarnaan ini hanya terserap sementara oleh batang rambut, sehingga zat warna pun tidak bertahan lama. Teknik pewarnaan ini membuat kita dapat berganti-ganti warna rambut, sehingga penampilan akan terlihat lebih trendi. Permanen: Produk pewarnaan ini mengandung amonia dan peroxide, yang dapat mengubah pigmen warna asli rambut sehingga zat warna dapat bertahan lama. Untuk melakukan pewarnaan permanen ini harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan stylist profesional.
14. Tidak boleh menggunakan shampo antiketombe untuk rambut yang diwarnai.Sebenarnya boleh-boleh saja menggunakan shampo antiketombe untuk rambut yang diwarnai, asalkan jangan terlalu sering. Shampo antiketombe dapat memudarkan warna rambut, sehingga lebih cepat terang. Paling pas adalah mencuci rambut dua hari sekali.
Simak banget buat yang mengecat rambut...... rambut adalah mahkota wanita yang harus tetap terawat........

Monday, March 9, 2009

Spa unik "Fish Spa Therapy" bantu halusin Kaki....

Ada ada aja...... mungkin ini bikin penasaran banget..... Yang unik lain daripada yang lain....
Fish Spa Theraphy, pada awalnya memang banyak yang salah mengira tempat spa itu adalah tempat menjual ikan. Cukup dimaklumi karena di tempat itu terdapat 2 buah bak berukuran besar yang didalamnya terdapat ikan-ikan kecil jenis Garra Rufa. Ikan-ikan itulah yang digunakan sebagai sebagai alat spa. Unik bukan? Tentu saja bermula dari rasa penasaran itu kemudian pengunjung semakin ingin tahu dan tertarik untuk mencoba spa dengan ikan ini.
Menurut temen temen lucu aja rasanya. Geli. Kaki terasa lebih bersih setelahnya, mengenai kesannya mencoba terapi ikan.
Terapi ikan ini memang bukan lagi hal baru, namun tak ada salahnya untuk menilik lagi kegunaan dan kelebihan terapi yang makin banyak digemari ini. Terapi semacam ini asalnya dari daerah utara dan pusat Timur Tengah yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Konon, terapi seperti ini bermula ketika ada seorang dari Turki yang mencelupkan kakinya ke sebuah sungai yang berisi ikan jenis garra rufa. Tiba-tiba, puluhan ikan tersebut mengerubungi kakinya. Rasanya tak sakit, menggelitik, dan hasil akhirnya, justru membuat kulit terlihat lebih bersih. Fish Spa Therapy. Pertama-tama kaki harus dibersihkan dulu dengan menggunakan antiseptik agar steril. Setelah kaki dibersihkan dan dikeringkan, masukan kaki ke dalam bak yang berisi sekitar 2.000-2.500 ikan Garra Rufa tadi. Bukan sembarang ikan, ikan Garra Rufa atau yang biasa dikenal dengan Nibble Fish ini memiliki kemampuan supernatural. Ikan yang berasal dari Turki ini dapat bekerja secara alami sebagai dokter bagi manusia. Caranya yaitu dengan memakan sel-sel kulit mati. Karena itu beberapa profesor di Turki memberi julukan ikan Garra Rufa ini sebagai doctor fish. Seperti simbiosis mutualisme, manusia membutuhkan doctor fish untuk menyehatkan dan mempercantik kulit, sedangkan ikan Garra Rufa membutuhkan kulit mati untuk makanan mereka. Saat kaki masuk ke dalam bak, ikan-ikan tersebut langsung mengerubuti kaki dan mulai memakan sel kulit mati yang ada di kaki.Proses ikan menggigiti kulit manusia menciptakan micro pelling effect yang berfungsi membersihkan sel-sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan kulit baru sehingga kulit lebih halus dan elastis. Selain memperbaharui kulit dan memperlancar peredaran darah, ikan Garra Rufa juga akan menstimulasi titik akupunktur yang akan membuat sistem syaraf jadi lebih rileks.
Ikan-ikan ini tak memiliki gigi, namun daya hisap ikan-ikan ini memiliki insting untuk menghisap kulit-kulit mati manusia. Tak hanya untuk ia cerna, terkadang ia hanya menghisap kulit-kulit mati untuk kemudian dibuang.
Membersihkan Kulit dan Mengusir Stres
Terapi ini lebih menyenangkan ketimbang pedikur karena ikan-ikan ini mengangkat kulit-kulit mati tanpa rasa sakit. Sementara pedikur akan mengikis kulit dengan alat yang jika dilakukan terlalu keras bisa mengikis kulit barunya, hingga timbul luka.
Bentuk ikan yang kecil-kecil mampu menjangkau daerah-daerah di sela-sela kaki, seperti di antara jari dan daerah pinggir kuku, sehingga lebih tuntas. Fish Spa pun tak menggunakan obat-obatan kimia, sehingga aman untuk kulit, bahkan untuk bayi dan anak kecil.
Terapi ini menggunakan kolam-kolam ikan yang difilter dan menggunakan ozonisasi, sehingga selalu dalam keadaan bersih. Tak perlu takut tertular penyakit apapun.
Ikan-ikan ini akan melepaskan enzim dari mulut mereka yang sekaligus membuat kulit terasa lebih lembut juga mencegah pertumbuhan kulit yang tak sehat.
Kali pertama dengan cara menyelupkan kaki ke dalam kolam berisi kumpulan ikan ini, akan memberikan sensasi menggelitik, hingga menimbulkan rasa senang yang bisa mengenyahkan stres sesaat sambil menikmati atmosfer ruangan yang menenangkan.
Ditambah lagi hisapan-hisapan Dr. Fish (begitu ikan-ikan ini diberi nama) ini bisa memberikan micromassage di kulit bagian atas. Belum puas? Lanjutkan ke Reflexology untuk terapi pijatan keahlian mereka yang terletak persis di sebelah ruang kolam Fish Spa.
Tak hanya untuk kebersihan kulit dan melepas stres, terapi ini mampu membantu penyembuhan beberapa penyakit kulit yang disebut juga sebagai "itchtyotherapy" yakni:
- Membantu menyembuhkan penyakit kulit, seperti; eksim, psoriasis, dan neurodermitis,

- Membantu mengurangi rasa gatal,
- Membantu mengurangi tampak bekas luka di kaki,
- Melancarkan peredaran darah.

Langkah-langkah untuk terapi ikan:
- Simpan barang-barang di loker dan mengganti alas kaki dengan sandal yang disediakan.
- Screening kaki. Kaki akan dibersihkan oleh staf untuk meluruhkan kotoran-kotoran sekaligus melihat apakah ada luka terbuka.
- Pilih lokasi yang Anda inginkan untuk mencelupkan kaki ke kolam. Jangan injak dasar kolam, agar ikan-ikan bisa menjangkau dasar-dasar kaki . Fish Spa Therapy ini secara umum aman untuk siapa saja, dari usia bayi hingga berapa pun, kecuali yang memiliki gejala diabetes, untuk mencegah sulitnya penyembuhan jika ada luka terbuka di bagian kaki.
Tertarik? Yoook kita coba bareng bareng. Kalo cuti pulkam ke Indonesia kita sempatkan waktu 30 menit di bilangan Senayan City Jakarta dan di Bandung denger denger juga udah ada. Pengeeeeeennnnn..............................................

Sunday, March 8, 2009

Awasi Anak dalam keterlibatan Dunia Maya.

Ulasan yang sangat perlu untuk diperhatikan.... karena perkembangan dunia internet yang semakin merajalela.Tak dimungkiri setiap orang tua pasti terbersit kekhawatiran akan pengaruh internet yang kian mengglobal. Jika diizinkan pikiran jadi was-was, tapi jika dilarang dikhawatirkan anak jadi kurang pengetahuan dan dicap gaptek. Wah, pasti ada sisi positif dan negatifnya. Lantas, bagaimana sebaiknya? Berikut beberapa saran yang bisa diterapkan orangtua:
Tetapkan kejahatan internet
Tetapkan berapa lama anak boleh bermain internet. Misalnya maksimal 2 jam per hari dan hanya boleh ngenet setelah mengerjakan pekerjaan rumah.
Waspada kejahatan internet
Ajak anak untuk berdiskusi tentang pentingnya menjaga keamanan diri secara online. Ajari mereka bahwa terdapat jutaan orang yang mengakses internet, dan tidak semua orang dapat dipercaya. Jangan sembarangan memberikan informasi tentang umur, alamat, nomor telepon.
Biasakan berinteraksi
Luangkan waktu untuk mengakses internet bersama anak sekaligus ajarkan untuk mencari konten atau meterial positif. Mintalah anak menunjukkan apa yang mereka sukai dari internet atau website yang sering dikunjungi. Ajaklah anak menceritakan pengalaman atau informasi yang didapatnya itu.
Keterbukaan komunikasi
Posisikan diri sebagai orangtua sekaligus sahabat bagi anak. Jika sewaktu-waktu anak mendapati masalah atau menemukan sesuatu di internet yang membuat tidak nyaman, tanpa segan anak akan bercerita. Sesekali Anda boleh juga mengontak orangtua dari teman anak, sebab mungkin saja anak berinternetan di rumah temannya itu atau bahkan di warnet.

Letakkan komputer di tempat yang bisa kita awasi
Tempatkan komputer di ruang belajar atau ruang keluarga, bukannya di kamar tidur anak. Dengan demikian, orangtua dapat mengawasi saat anaknya asyik berinternet. Setiap kali anak selesai bermain internet, tanpa sepengetahuan mereka cobalah mengecek situs apa yang dikunjungi dan apa saja yang dilihatnya.
Pacu anak untuk bertanya
Segala sesuatu yang mereka saksikan dalam dunia online tidaklah selalu seperti yang mereka pikirkan. Ajarkan anak untuk mengabaikan atau berhati-hati dengan orang asing yang mereka temui di dunia maya itu.
Gunakan internet filtering dan parental control
Tujuannya sebagai pengaman kegiatan anak dalam berinternet, dengan cara memblok situs berdasarkan nama, mencari kata-kata tertentu yang dianggap negatif dan memblokir akses ke situs yang mengandung kata-kata tersebut.
Waspadalah akan pengaruh buruk keberadaan internet yang dapat merusak mutu perkembangan anak sebagai tugas utama kita menyelamatkan mereka....... Hati hati yach buat semuanya.
thx sindo.tty